S I A

REBANA ( Remaja Bebas Anemia)

shape image

REBANA ( Remaja Bebas Anemia)

 





Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan anemia pada remaja, SMK dr. Soebandi Progli TLM (Teknik Laboratorium Medik) kelas XI telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pada tanggal 09 Februari 2026 yang bertempat di Sekolah MTSN 2 Jember. Dalam acara ini melibatkan siswa kelas VIII dengan tujuan membekali mereka dengan pemahaman mendalam mengenai REBANA (REmaja beBAs aNemiA). Kegiatan ini juga mengimplementasikan pembelajaran kolaborasi dengan wujud nyata bahwa pendidikan tidak berdiri sendiri melainkan tumbuh dari kerja sama, intergrasi keahlian, dan semangat untuk terus berkembang.

Sebelum kami memulai rangkaian hari ini, kami sejenak menundukkan kepala untuk berdoa agar kegiatan berjalan lancar. Memasuki agenda utama, kami akan memaparkan materi edukasi mengenai pentingnya menjaga kadar HB (Hemoglobin) dan cara mencegah anemia dalam kehidupan sehari hari. Setelah sesi materi kami mengadakan kuis berhadiah. Setelah itu kami  langsung melakukan sesi praktek pemeriksaan HB sederhana dengan metode kupri sulfat. Bersamaan dengan itu kami juga melakukan pengambilan data responden.

Hemoglobin (HB) adalah protein kaya zat besi yang ditemukan dalam sel darah merah. HB berfungsi untuk mengikat oksigen di paru-paru lalu di angkut ke seluruh jaringan tubuh. Anemia merupakan kondisi ketika jumlah sel darah merah dalam tubuh rendah dan tidak berfungsi dengan baik. Kondisi ini membuat tubuh tidak mendapat cukup oksigen sehingga kulit akan terlihat lebih pucat dan tubuh terasa mudah lelah. Nilai normal hemoglobin pada pria = 13 - 17 mg/dl ; wanita = 12- 15 mg/dl ; ibu hamil = 11 mg/dl ; dan anak-anak = bervariasi sesuai usia.

Anemia pada remaja dapat disebabkan oleh pendarahan (menstruasi) maupun kekurangan asupan protein, asam folat, vitamin B12, dan zat besi. Anemia pada remaja dapat berdampak buruk terhadap penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, kebugaran, dan produktifitas. Hal dapat dilakukan untuk mencegah anemia pada remaja antara lain :

·        Selalu mengonsumsi makanan bervariasi yang kaya zat besi

·        Tidak meminum teh, kopi coklat bersamaan / berdekatan dengan waktu makanan

·        Pada remaja putri dianjurkan meminum tablet besi pada waktu menstruasi.

·        Menjaga pola tidur dengan teratur

Pemeriksaan sederhana  nilai HB ( Hemoglobin) pada siswa kelas  VIII MTsN 2 Jember dengan Metode kupri sulfat. Metode ini sering digunakan di unit transfusi darah atau lokasi donor darah masal untuk menentukan kelayakan donor secara. Prinsip pemeriksaannya yaitu : Setetes darah dibiarkan jatuh ke dalam larutan tembaga sulfat dengan berat jenis 1,053, akan terbungkus dalam kantung proteinat tembaga, yang mencegah penyebaran cairan selama 15 detik . Jika berat jenis darah lebih tinggi daripada larutan, tetesan tersebut akan tenggelam atau akan tetap melayang untuk beberapa waktu.




Gambar 1. Contoh pemeriksaan hb dengan metode kupri sulfat

Hasil pemeriksaan dicatat dalam jurnal. Selain nilai HB setiap siswa, kami juga mencatat berat badan siswa. Setelah mendapatkan data, kami melakukan uji korelasi pada berat badan dan hemoglobin di mata pelajaran matematika.


Dari hasil grafik tersebut menunjukkan bahwa r [ produk momen ] menyatakan tidak ada hubungan atau lemah antara berat badan dan nilai hemoglobin. Akan tetapi terdapat beberapa faktor seperti pola hidup dan pola makan.

Dari hasil kegiatan ini, kami tau seberapa penting dan manfaat mengenal anemia pada usia remaja dimana yang mungkin awalnya tidak tahu apa itu anemia, setelah ikut kegiatan ini kami jadi lebih paham bahwa pentingnya mencegah anemia pada usia remaja. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan terutama pada kalangan remaja, agar mereka lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan cara mencegah anemia. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja untuk rutin mengonsumsi tablet penambah darah (TTD) terutama pada wanita dan meningkatkan asupan zat besi dari makanan.











Kesimpulan : Dari hasil hitungan di atas menyimpulkan bahwa hasil R ( Produk Momen ) adalah 0,01 yang menyatakan lemah. Sehingga berat badan tidak mempengaruhi nilai kadar hemoglobin. Akan tetapi terdapat beberapa faktor seperti pola hidup dan pola makan.

https://vt.tiktok.com/ZS9q96jD3/ video kegiatan 



Post a Comment

Jl. dr.Soebandi No. 99 Patrang - Jember
SMK dr.Soebandi